Friday, July 2, 2010

Sisa Makanan Atau Lebihan Air Yang Dijilat Kucing Itu Hukumnya SUCI

Share


Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.”
Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu hairan?”
Ia menjawab, “Ya.”
Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi Muhammad saw prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),”. (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).


Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.

Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.”
Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”


Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang solat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan solat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah saw berwudhu dari sisa jilatan kucing. (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni)
Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan Imam hadis yang lain. Oleh kerana itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci.

Lihatlah begitu istimewa kucing ini, sehingga menjadi haiwan peliharaan kesayangan Nabi. Namun sayangnya banyak sekali dari kita yang berpandangan negatif pada haiwan comel ini, ada yang mengatakan kucing dapat menyebabkan asma karena bulu-bulunya, ada juga yang mengatakan kucing pembawa kuman toxoplasma. Padahal kalau teliti lebih lanjut, toxoplasma itu adalah sejenis bakteria yang dapat hidup pada mana-mana haiwan.Ia menular pada sebahagian besar mamalia termasuk manusia dan beberapa jenis burung atau melalui masakan daging mentah.


Cara terbaik untuk menghindarinya adalah :-

• Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah masak. 

• Bersihkan dan cucilah dengan baik buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan. 

• Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti papan atau alas untuk memotong) yang dipakai semasa  memotong daging mentah, untuk mengelakkan pemindahan kuman pada makanan yg lain. 

• Jangan minum susu UNPASTEURIZED (terus dari haiwan) 

• Bila anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan.

• Pakailah sarung tangan bila anda berkebun. 


p/s: moral of the story, pemindahan kuman boleh berlaku terutama jika kebersihan tidak dijaga. Kebanyakkan penyakit dijangkiti daripada sentuhan yang kemudiannya masuk ke dalam sistem pencernaan. Oleh itu jagalah kebersihan diri dan jangan malas mencuci tangan, jangan salahkan kucing pulak bila diri sendiri yg pemalas nauzubillah nak basuh tangan hehh! 
 

suka?

15comments: